Semua orang sudah pernah mendengar tentang Bunaken, sebuah kawasan taman laut yang terkenal akan keindahannya. Bunaken, nama yang dulu hanya menjadi impian di saat remaja. Selesai mengadakan pameran di Bitung kami segera berangkat ke Manado karena harus kembali ke Jakarta hari kamis. Pagi itu kami berangkat dengan menggunakan Dian taksi menuju Manado, kami akan menempuh perjalanan sekitar 1 jam. Tarif Bitung-Manado adalah 150 ribu rupiah. Senang rasannya menikmati perjalanan pagi karena bisa melihat pemandangan sepanjang jalan. Seperti umumnya pemandangan pulau sulawesi yang berkontur pantai kemudian pegunungan, sepanjang mata memandang terlihat perkebunan kelapa , tak heran kopra menjadi salah satu komoditas penting di wilayah ini, jangan salah minyak goreng kelapa asli di sulawesi bila digunakan untuk mengolah makanan akan terasa sangat nikmat, tidak seperti minyak goreng kemasan.
Kami tiba di manado jam 10 pagi, langsung menuju hotel Regina yang terletak di Jl. Kol.Soegiono(di Jakarta mungkin seperti di wilayah gelodok), Hotel ini bertarif 179 ribu semalam hotel yang bersih dengan fasilitas air hangat, shower, tv kabel, double bed dan breakfast. Jam 11 siang kami bersiap-siap ke Bunaken, berhubung lupa bawa baju berenang kami pergi ke mall untuk membeli perlengkapan berenang dan makan siang. Mall ini besar (sorri lupa namanya) berdiri diatas sebidang tanah yang merupakan hasil reklamasi pantai sepanjang 1 km (wah merusak ekosistem alami pantai tuh).
Tak lama kami menuju dermaga yang berjarak 200 meter dari mall, ternyata boat yang kami sewa telah tertambat di dermaga. Sebuah kapal yang besar berwarna putih dan bermesin 2 siap mengantar kami ke bunaken, kapal ini dilengkapi dengan 2 buah kolam di tengah kapal yang ditutupi kaca dan bisa diturunkan sehingga bisa melihat keindahan bawah laut tanpa berenang di dalamnya, kapal bisa menampung sekitar 20 orang dan bertarif 600 ribu pulang pergi. Perjalanan manado-bunaken ditempuh selama 1 jam, dengan kekuatan penuh, kapal terloncat-loncat menerjang ombak yang lumayan besar, terasa seperti sedang arung jeram, tapi tanpa dayung dan helm.
Ketika mendekati wilayah perairan berwarna kehijauan, bagian kapal yg seperti kolam, diturunkan dan wow kita bisa melihat beraneka ikan berenang di bawah kapal berwarna-warni, bintang laut berwarna biru, terumbu karang beraneka warna, dan seperti ikan buntal berwarna coklat dengan motif pokadot putih, dan di sisi kapal kita melihat segerombolan ikan sedang makan di permukaan air (sayang tidak bawa alat pancing, gagal deh makan malam ikan segar) indah sekali. Selanjutnnya kami menuju kepulau untuk ganti baju, karena tidak mungkin ganti baju di kapal karena semuanya cowok, hanya aku berdua temanku yang cewek. Selanjutnya kami menyewa snorkel dan fin dengan tariff 50 ribu. Kita naik kapal kembali dan berangkat ke lokasi snorkeling, kapal berhenti di kedalaman 50-120 meter, semua sudah siap dengan peralatan snorkeling dan sunblock, satu-persatu kami terjun,
byuur..ups…sepertinya aku mendarat di kepala temanku, wah semoga dia gak pingsan. Karena melihat pemandangan bawah laut yang indah lita langsung berenang ke terumbu karang terdekat, yang dipenuhi ikan –ikan berbagai ukuran dan warna, seru rasanya mengejar mereka semua, kemudian ada salah satu teman yang berenang sambil menaburkan nasi ke air, dan terlihat ikan berebut makan nasi tersebut, duuuhh keren sekali, ombak hari itu lumayan besar, karena beberapa kali mukaku tertampar ombak, kami bersnorkeling selama 3 jam, pukul 4 sore kami naik ke kapal dan menuju pulau untuk minum teh dan ganti baju kemudian pulang ke hotel dan mampir sebentar di toko kawanua untuk membeli oleh-oleh khas Manado seperti kue Bagea, sagu keju, kacang kenari, T-shirt dll. Cuaca saat itu hujan dan kami pulang ke hotel dengan perasaan senang.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar